Mengenal
Komponen Pada laptop
1.Pengenalan
- Learning Symbols/Mempelajari symbols
-Learning Functions/Mempelajari fungsi
2.Componen dan symbols Definisi ,fungsi dan cara kerjanya
-1.The Basics
-2.Resistors
-3.Capasitor
-4.Inductors
-5.Voltage sources
-6.Measurement Devices
-7.Miscellaneous
-8.Dioda
-9.Fet’s
-PENGENALAN
Semua enginer, dalam bidang apapun, akan membuat /menyusun yang diistilahkan
dengan istilah blueprints. Teknisi mengikuti blueprints untuk merakit produk.
Dalam istilah elektronik, blueprints ini disebut skema, dan teknisi bergantung
pada simbol untuk mewakili komponen dan kabel. Pada pandangan pertama, sebuah
skema elekronik adalah sebuah misteri. Simbol aneh dan garis ditarik luas, dan
terlihat seperti sesuatu dari planet lain. Dengan memahami arti simbol tersebut
dan apa yang mewakili masing-masing komponen. kita akan dapat membaca sebuah
skema listrik atau elektronik tanpa masalah.
Learning Symbols/Mempelajari symbols
Untuk membaca sebuah skema, Kita harus memahami simbol-simbol. Misalnya, wire
digambar hanya sebagai garis lurus. Dua wire menyeberang, tapi tidak terhubung,
ditarik tanpa titik di titik persimpangan. Dua kabel yang menghubungkan pada
titik persimpangan menunjukkan titik ditarik dalam titik persimpangan.
University of California menunjukkan bahwa simbol untuk resistor adalah garis
zig-zag. Simbol untuk kapasitor adalah dua garis paralel ditarik pendek dekat
satu sama lain.
Learning Functions/Mempelajari fungsi
Belajar bagaimana membaca simbol barulah langkah awal dalam memahami cara
membaca schema. Memahami fungsi masing-masing komponen akan melengkapi
pemahaman membaca skema. Sebagai contoh, dioda adalah katup satu arah. hanya
memungkinkan mengalir dalam satu arah, mirip dengan katup satu arah dalam pipa
air. Simbol untuk dioda adalah panah, dengan garis pendek yang ditarik di
seluruh ujung panah, tegak lurus ke poros panah. Hal ini menunjukkan panah
berhenti saat ini. Arus sebenarnya berlawanan dengan arah panah yang menunjuk.
Sirkuit listrik yang dibuat dengan menggunakan komponen elektronik yang saling
terhubung satu sama lain dengan konduktor. Komponen-komponen ini memanipulasi
dan mengendalikan arus dalam berbagai cara dengan melakukan tugas-tugas seperti
menyimpan, switching, memblokir dan memperkuat.
Simbol listrik digunakan untuk mewakili komponen elektronik pada sirkuit.
Mereka menyediakan cara pintas visual yang membuatnya lebih mudah untuk
merancang sirkuit atau membaca skema yang telah diciptakan.
- Componen dan symbols Definisi ,fungsi dan cara kerjanya
1. The Basics
Langkah pertama adalah mengetahui bahwa symbol garis digunakan untuk
melambangkan kabel yang digunakan untuk menghubungkan komponen satu dengan yang
lainnya. Baris-baris ini adalah konduktor sempurna. Anda juga perlu mengenali
simbol untuk ground(GND), yang biasanya merupakan kelompok dari beberapa
penghubung, garis-garis paralel.
2. Resistors
Resistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari konduktor atau
semikonduktor yang bersifat sebagai tahanan / penghambat. Satuan Resistor
adalah Ohm (Ω). Ukuran lainnya adalah Watt. 1MegaOhm(MΩ)=1.000KiloOhmKΩ)
1KiloOhm(KΩ)=1.000Ohm(Ω) Resistor terbagi menjadi: a. Fixed resistor ( resistor
biasa ) adalah resistor yang ukurannya tetap. b. Variable resistor adalah
resistor yang ukurannya dapat dirubah.
Variable resistor ada 5 jenis yaitu : • Potensiometer • Trimmer Potensio
(Trimpot) • NTC (Negative Temperatur Coefficient) : semakin panas hambatannya
semakin kecil • PTC (Positive Temperatur Coefficient) : semakin panas
hambatannya semakin besar • LDR (Light Dependence Resistor) : bila terkena
cahaya maka hambatan akan mengecil
Fungsi resistor dalam rangkaian elektronika : • Sebagai beban rangkaian • Untuk
membagi tegangan atau arus
RESISTOR YANG SERING DITEMUKAN DALAM RANGKAIAN LAPTOP MOTHERBOARD Simbol
resistor dalam rangkaian : GABUNGAN RESISTOR Resistor Hubung Seri Resistor yang
dihubungkan seri nilai hambatannya adalah Rt = R1 + R2 + R … Misal : 1K Ohm +
1K Ohm = 2K Ohm
Resistor Hubung Paralel Resistor yang dihubungkan paralel hasilnya adalah 1/Rt
= 1/R1 + 1/R2 + 1/R ….. Misal : 1K Ohm diparalel dengan 1K Ohm hasilnya adalah
0,5 K Ohm. Mengukur Resistor Dengan Multi Tester 1. Pastikan anda sudah
melakukan zerro Ohm adj. 2. Putar batas ukur pada Ohmmeter (pastikan batas ukur
lebih tinggi atau hampir sama dengan perkiraan resistor yang diukur). 3.
Hubungkan probe ke masing-masing kaki resistor (bolak balik sama saja) 4. Lihat
penunjukan jarum pada papan skala. Kesimpulan Hasil Pengukuran 1. Jarum
menunjuk angka sesuai dengan ukuran aslinya : resistor baik 2. Jarum menunjuk
angka lebih besar / kecil dari ukuran aslinya : resistor rusak 3. Jarum tidak
bergerak sama sekali : resistor putus 4. Jarum menunjuk angka nol : resistor
short
3. Capacitors
.
Kapasitor terdiri dari dua konduktor paralel, yang disebut lempengan, yang
dipisahkan oleh dielektrik, atau insulator, seperti kaca atau udara. Mereka
digunakan untuk menyimpan muatan. Salah satu fungsi mereka adalah untuk
membantu lonjakan tegangan halus yang disebabkan oleh petir atau dengan saklar
listrik membuka dan menutup. Kapasitor biasa disimbolkan dengan dua garis
sejajar.
Nama lainnya adalah kondensator Adalah komponen yang terdiri dari 2 pelat logam
yang dipisahkan dengan isolator. Isolator ini menunjukkan nama dari kapasitor
tersebut. Ukuran kapasitor adalah Farad. 1 Farad (F) = 1.000.000 mikro Farad
(F) 1 mikro Farad (F) = 1.000 nano Farad (nF) 1 nano Farad (nF) = 1.000 piko
Farad (pF) Sifat kapasitor adalah dapat menerima arus listrik dan menyimpannya
dalam waktu yang relatif. Adapun jenis – jenis kapasitor berdasarkan
isolatornya adalah sebagai berikut : a. Kondensator Elektrolit / ELCO
(kondensator yang memiliki polaritas, kaki + dan kaki -) b. Kondensator Keramik
c. Kondensator Mylar d. Kondensator Mika e. Kondensator Kertas
Penggunaan kapasitor dalam rangkaian : • Sebagai perata arus • Sebagai
penyimpan arus listrik
Simbol Kondensator dalam Rangkaian adalah “C” dan simbol gambarnya adalah :
Cara Membaca Kapasitor Misalnya dibadan kapasitor tertera tulisan 330uF berarti
kapasitor tersebut memiliki ukuran 330 mikro farad. Jika tegangan yang
diberikan lebih besar dari tegangan kerja maka kapasitor akan rusak. Sisi
kapasitor yang terdapat tanda + atau gelang menunjukkan kaki disisi tersebut
adalah kaki positif. Cara Membaca Kapasitor Keramik / Mika / Mylar Misalnya di
badan kapasitor tersebut tertera tulisan 103 artinya : • Angka I : melambangkan
angka • Angka II : melambangkan angka • Angka III : melambangkan jumlah nol
& ukurannya dalam piko Farad. Jadi nilai kapasitor tersebut adalah 10.000
pF = 10 nF = 0,01uF. Mengukur Kapsitor Dengan Multitester 1. Putar batas ukur
pada Ohmmeter X1 / X10 untuk elco yang ukurannya besar dan X100 / X1K untuk
elco yang ukurannya kecil. 2. Hubungkan probe ke masing-masing kaki ELCO (bolak
balik sama saja) 3. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.
Kesimpulan Hasil Pengukuran • Jarum menunjuk angka & kembali ke tempat
semula : elco baik • Jarum menunjuk angka & tidak kembali ke tempat semula
: elco bocor • Jarum tidak bergerak sama sekali : elco putus • Jarum menunjuk
angka nol : elco short
4. Inductors
Induktor terbuat dari gulungan kawat, dan digunakan untuk menghasilkan
medan magnet. Kadang-kadang mereka ditempatkan dalam casing; ada pula, mereka
hanya koil telanjang di papan sirkuit. Sebuah solenoida, yang merupakan kawat
dalam bentuk heliks, adalah contoh dari sebuah induktor. Induktor merupakan
bagian penting dari perangkat seperti tuner, motor dan transformer. Simbol
mereka adalah kumparan.
Induktor ( reaktor atau coil) adalah komponen listrik pasif yang dapat
menyimpan energi dalam medan magnet yang diciptakan oleh arus listrik yang
lewat melalui itu. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnetik diukur
dengan induktansi, dalam unit henries. Setiap konduktor memiliki induktansi
(lihat “kawat konduktor Lurus” persamaan di bawah) meskipun konduktor biasanya
luka di loop untuk memperkuat medan magnet.
Karena waktu bervariasi medan magnet di dalam kumparan, tegangan induksi,
menurut hukum Faraday induksi elektromagnetik, yang oleh Hukum Lenz menentang
perubahan dalam arus yang menciptakannya. Induktor adalah salah satu komponen
dasar yang digunakan dalam elektronik di mana perubahan arus dan tegangan
dengan waktu, karena kemampuan induktor untuk menunda dan membentuk arus
bolak-balik. Induktor disebut choke digunakan sebagai bagian dari filter dalam
pasokan listrik atau dapat digunakan untuk memblokir sinyal AC dari melewati sirkuit.
5. Voltage Sources
Sumber tegangan mungkin baterai atau arus bolak-balik (AC) seperti yang
ditarik dari stopkontak listrik. Garis paralel panjang dan pendek biasanya
mewakili baterai. Sumber AC biasanya digambarkan oleh lingkaran dengan swirls
dalamnya.
6. Measurement Devices
VA multimeter adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur kekuatan
sinyal di sirkuit. Sebagai sebuah voltmeter, mengukur jumlah arus tegangan arus
bolak atau langsung di sirkuit. Sebagai ammeter, itu mengukur jumlah saat ini.
Simbol yang baik lingkaran dengan di dalam V untuk voltmeter, atau lingkaran
dengan di A untuk sebuah ammeter.
7. Miscellaneous
Switch digunakan untuk menghentikan dan memulai aliran arus dalam sebuah
rangkaian. Mereka diwakili oleh garis dengan potongan yang dilingkarkan pada
sudut ke seluruh baris.
8. Dioda
Sifat dioda : • Jika diberi arah maju (tegangan positif => anoda dan
tegangan negatif => katoda) akan menghantarkan arus dan sebaliknya,
• Jika diberi arah mundur (tegangan positif => katoda dan tegangan negatif
=> anoda) tidak akan menghantarkan arus.
Fungsi Dioda : • Sebagai penyearah • Sebagai pengaman rangkaian dari
kemungkinan terbaliknya polaritas Mengukur Dioda Dengan Multitester Putar batas
ukur pada Ohmmeter X10 / X100 1. probe merah => katoda, probe hitam =>
anoda => Jarum bergerak bukan nol. kemudian posisi dibalik : probe merah
=> anoda, probe hitam => katoda, Jarum tdk bergerak berarti dioda dalam
kondisi BAIK. 2. probe merah => katoda, probe hitam => anoda => Jarum
bergerak atau menunjuk nol. kemudian posisi dibalik : probe merah => anoda,
probe hitam => katoda => Jarum bergerak atau menunjuk nol berarti dioda
dalam kondisi RUSAK / SHORT. DIODA ZENERTerbuat dari bahan silikon. Biasanya
digunakan pada rangkaian power supply dimana fungsinya adalah sebagai penstabil
arus. Meskipun arus AC yang dirubah ke DC berubah-ubah, tidak akan berpengaruh
jika terdapat dioda zener ini. Adapun sifatnya adalah sebagai berikut : •
Tegangan yang dicapai maksimal rata-rata 0,7 s/d 12 volt • Hanya tahan terhadap
arus kecil, maksimal 1 s/d 50 mA • Hampir tidak ada tegangan yang hilang jika
sudah melewati dioda zener.
Contoh dioda zener : zener 6 volt, zener 12 volt, dll Pengukuran baik tidaknya
dioda zener sama dengan pengukuran dioda biasa. Aplikasi dalam rangkaian :
dikutip dari :
9ekohasan
9.FET’S
FET bentuk fisiknya seperti transistor. Fungsinya adalah untuk menaikkan
tegangan atau menurunkan tegangan. FET memiliki tiga kaki juga yaitu :
• GATE (G) adalah kaki input • DRAIN (D) adalah kaki output • SOURCE (S) adalah
kaki sumber
Fungsinya biasanya digunakan pada rangkaian power supply jenis switching untuk
menghasilkan tegangan tinggi untuk menggerakkan trafo.
Kakinya biasanya sudah pasti yaitu bila kita hadapkan FET ke arah kita maka
urutan kakinya dari kiri ke kanan adalah GATE, DRAIN, SOURCE.
• Contoh FET penaik tegangan : K 793, K 1117, K 1214, IRF 630, IRF 730, IRF
620, dll. • Contoh FET penurun tegangan : IRF 9610, IRF 9630, dll (biasanya 4
angka u/ IRF)
• FET PENAIK TEGANGAN Cara mengukur : Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K
• FET PENURUN TEGANGANCara mengukur : Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K
dikutip dari : ekohasan
MENGENAL MOSFET (Metal-Oxide-Semiconductor-Field-Effect-Transistor dan
transistor)
mosfet adalah salah satu jenis transistor,mosfet yang kita temukan di
motherboard Laptop adalah jenis transistor modern.(transistor polaritas:NPN
atau N-channel, PNP atau P-channel)
Jenis-jenis transistor
Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori:
-Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide
- Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC,
dan lain-lain
- Tipe: UJT, BJT(bipolar junction transistor), JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT,
MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC
(Integrated Circuit) dan lain-lain.
- Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel
- Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power
- Maximum frekwensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor,
Microwave, dan lain-lain
Transistor efek–medan(Field-Effect-Transistor)atau Fet’s.
Transistor efek–medan (FET) adalah salah satu jenis transistor menggunakan
medan listrik untuk mengendalikan konduktifitas suatu kanal dari jenis pembawa
muatan tunggal dalam bahan semikonduktor. FET kadang-kadang disebut sebagai
transistor ekakutub untuk membedakan operasi pembawa muatan tunggal yang
dilakukannya dengan operasi dua pembawa muatan pada transistor dwikutub (BJT).
Semua FET mempunyai sebuah saluran gerbang (gate), cerat (drain) dan sumber
(source) yang kira-kira sama dengan basis, kolektor dan emitor pada BJT. Selain
JFET, semua FET juga mempunyai saluran keempat yang dinamakan badan, dasar atau
substrat. Saluran keempat ini melayani kegunaan teknis dalam pemanjaran
transistor kedalam titik operasi. Terminal ini sangat jarang digunakan pada
desain sirkuit, tetapi keberadaannya penting saat merancang penataan sirkuit
terpadu.
Irisan MOSFET tipe-n
Nama-nama saluran pada FET mengacu pada fungsinya. Saluran gerbang dapat
dianggap sebagai pengontrol buka-tutup dari gerbang sesungguhnya. Gerbang ini
mengizinkan elektron untuk mengalir atau mencegahnya dengan membuat dan
mengikangkan sebuah kanal di antara sumber dan cerat. Elektron mengalir dari
sumber menuju ke saluran cerat jika ada tegangan yang diberikan. Badan
merupakan seluruh semikonduktor dasar dimana gerbang, sumber dan cerat
diletakkan. Biasanya saluran badan disambungkan ke tegangan tertinggi atau
terendah pada sirkuit, tergantung pada tipenya. Saluran badan dan saluran
sumber biasanya disambungkan karena sumber biasanya disambungkan ke tegangan
tertinggi atau terendah dari sirkuit, tetapi ada beberapa penggunaan dari FET
yang tidak seperti demikian, seperti sirkuit gerbang transmisi dan kaskoda.
FET mengendalikan aliran elektron (atau lubang elektron pada FET kanal-p) dari
sumber ke cerat dengan mengubah besar dan bentuk dari sebuah kanal konduktif
yang dibentuk oleh adanya tegangan (atau kurangnya tegangan pada FET kanal-p)
yang dikenakan menyeberangi saluran gerbang dan sumber (untuk mempermudah
penjabaran, diasumsikan bahwa badan dan sumber disambungkan). Kanal konduktif
ini adalah jalur dimana elektron (atau lubang) mengalir dari sumber ke cerat.
Dengan menganggap sebuah peranti kanal-n moda pemiskinan. Sebuah tegangan
negatif gerbang-ke-sumber menyebabkan daerah pemiskinan untuk bertambah lebar
dan menghalangi kanal dari kedua sisi, mempersempit kanal konduktif. Jika
daerah pemiskinan menutup kanal sepenuhnya, resistansi kanal dari sumber ke
cerat menjadi besar, dan FET dimatikan seperti sakelar yang terbuka.
Sebaliknya, sebuah tegangan positif gerbang-ke-sumber menambah lebar kanal dan
memungkinkan elektron mengalir dengan mudah. Sekarang menganggap sebuah peranti
kanal-n moda pengayaan. Sebuah tegangan positif gerbang-ke-sumber dibutuhkan
untuk membuat kanal konduktif karena ini tidak terdapat secara alami di dalam
transistor. Tegangan positif menarik elektron bebas pada badan menuju ke
gerbang, membuat sebuah kanal konduktif. Tetapi elektron yang cukup harus
ditarik dekat ke gerbang untuk melawan ion doping yang ditambahkan ke badan
FET, ini membentuk sebuah daerah yang bebas dari pembawa bergerak yang
dinamakan daerah pemiskinan, dan fenomena ini disebut sebagai tegangan tahan
dari FET. Peningkatan tegangan gerbang-ke-sumber yang lebih lanjut akan menarik
lebih banyak lagi elektron menuju ke garbang yang memungkinkannya untuk membuat
sebuah kanal konduktif dari sumber ke cerat, proses ini disebut pembalikan.
Baik pada peranti moda pengayaan ataupun pemiskinan, jika tegangan cerat-ke-sumber
jauh lebih rendah dari tegangan gerbang-ke-sumber, mengubah tegangan gerbang
akan mengubah resistansi kanal, dan arus cerat akan sebanding dengan tegangan
cerat terhadap sumber. Pada moda ini, FET berlaku seperti
sebuah resistor variabel dan FET dikatakan beroperasi pada moda linier atau
moda ohmik[1][2] Jika tegangan cerat-ke-sumber meningkat, ini membuat perubahan
bentuk kanal yang signifikan dan taksimetrik dikarenakan gradien tegangan dari
sumber ke cerat. Bentuk dari daerah pembalikan menjadi kurus dekat ujung cerat
dari kanal. Jika tegangan cerat-ke-sumber ditingkatkan lebih lanjut, titik
kurus dari kanal mulai bergerak dari cerat menuju ke sumber. Pada keadaan ini,
FET dikatakan dalam moda penjenuhan,[3] beberapa orang menyebutnya sebagai moda
aktif, untuk menganalogikan dengan daerah operasi transistor dwikutub.[4][5]
Moda penjenuhan, atau daerah antara linier dan penjenuhan digunakan jika
diinginkan adanya penguatan. Daerah antara tersebut seringkali dianggap sebagai
bagian dari daerah linier, bahkan walaupun arus cerat tidak linier dengan
tegangan cerat. Bahkan jika kanal konduktif yang dibentuk oleh tegangan
gerbang-ke-sumber tidak lagi menghubungkan sumber ke cerat saat moda
penjenuhan, Pembawa muatan tidak dihalangi untuk mengalir. Dengan menganggap
peranti kanal-n, sebuah daerah pemiskinan terdapat pada badan tipe-p,
mengelilingi kanal konduktif, daerah cerat dan daerah sumber. Elektron yang
mencakupi kanal bebas untuk bergerak keluar dari kanal melalui daerah
pemiskinan jika ditarik ke cerat oleh tegangan cerat-ke-sumber. Daerah
pemiskinan ini bebas dari pembawa dan memiliki resistansi seperti silikon.
Penambahan apapun pada tegangan cerat-ke-sumber akan menambah jarak dari cerat
ke titik kurus, menambah resistansi dikarenakan daerah pemiskinan sebanding
dengan tegangan tegangan cerat-ke-sumber. Perubahan yang sebanding ini
menyebabkan arus cerat-ke-sumber untuk tetap relatif tetap tak terpengaruh oleh
perubahan tegangan cerat-ke-sumber dan benar-benar berbeda dari operasi moda
linier. Dengan demikian, pada moda penjenuhan, FET lebih berlaku seperti sebuah
sumber arus konstan daripada sebagai sebuah resistor variabel dan dapat
digunakan secara efektif sebagai penguat tegangan. Pada situasi ini, tegangan
gerbang-ke-sumber menentukan besarnya arus konstan yang melewati kanal.
Jenis-jenis transistor efek medan
Kanal pada FET telah didoping untuk membuat baik semikonduktor tipe-n maupun
semikonduktor tipe-p. Pada FET moda pengayaan, cerat dan sumber dibuat berbeda
tipe dengan kanal, sedangkan pada FET moda pemiskinan dibuat setipe dengan
kanal. FET juga dibeda-bedakan berdasarkan metoda pengisolasian di antara
gerbang dan kanal. Jenis-jenis dari FET adalah:
-MOSFET (Metal–Oxide–Semiconductor FET, FET Semikonduktor–Oksida–Logam)
menggunakan isolator (biasanya SiO2) di antara gerbang dan badan.
-JFET (Junction FET, FET Pertemuan) menggunakan pertemuan p-n yang dipanjar
terbalik untuk memisahkan gerbang dari badan.
-MESFET (Metal–Semiconductor FET, FET Semikonduktor–Logam) menggantikan
pertemuan p-n pada JFET dengan penghalang Schottky, digunakan pada GaAs dan
bahan semikonduktor lainnya.
-HEMT (High Electron Mobility Transistor, Transistor Pergerakan Elektron
Tinggi), juga disebut HFET (heterostructure FET, FET Struktur Campur). Material
celah-jalur-lebar yang dikurangi penuh membentuk isolasi antara gerbang dan
badan.
-IGBT (Insulated-Gate Bipolar Transistor, Transistor Dwikutub
Gerbang-Terisolasi) adalah peranti untuk pengendali daya tinggi. Ini mempunyai
struktur mirip sebuah MOSFET yang digandengkan dengan kanal konduksi utama yang
mirip transistor dwikutub. Ini sering digunakan pada tegangan operasi
cerat-ke-sumber antara 200-3000 V. MOSFET daya masih merupakan peranti pilihan
utama untuk tegangan cerat-ke-sumber antara 1-200 V.
-FREDFET (Fast Reverse/Recovery Epitaxial Diode FET, FET Dioda Epitaksial Cepat
Balik/Pulih) adalah sebuah FET yang didesain khusus untuk memberikan kecepatan
pemulihan (pematian) yang sangat cepat dari dioda badan.
-ISFET (Ion-Sensitive FET, FET Sensitif-Ion) digunakan untuk mengukur
konsentrasi ion pada larutan, ketika konsentrasi ion (seperti pH) berubah, arus
yang mengalir melalui transistor juga berubah.
-DNAFET adalah FET khusus yang berfungsi sebagai sebuah biosensor, dengan
menggunakan gerbang yang dibuat dari molekul salah satu helai DNA untuk
mendeteksi helaian DNA yang cocok.
FET yang paling sering digunakan adalah MOSFET. Teknologi proses CMOS
(complementary-symmetry metal oxide semiconductor) adalah dasar dari sirkuit
terpadu digital modern. Lapisan isolasi tipis antara gerbang dan kanal membuat
FET rawan terhadap kerusakan akibat pengosongan elektrostatik selama
penanganan. Biasanya ini bukanlah sebuah masalah setelah peranti terpasang.
Pada FET, elektron dapat mengalir pada kedua arah melalui kanal ketika dioperasikan
pada moda linier, dan konvensi penamaan antara saluran sumber dan saluran cerat
agak merupakan keputusan sendiri, karena peranti FET biasanya (tetapi tidak
selalu) dibuat simetris dari sumber ke cerat. Ini membuat FET cocok untuk
mensakelarkan isyarat analog di antara kedua arah (pemultipleks).
FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa
muatan (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus listrik
utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua
sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis memotong
arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat
dirubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal
konduksi tersebut.
Transistor efek-medan semikonduktor logam-oksida (MOSFET) adalah salah satu
jenis transistor efek medan. Prinsip dasar perangkat ini pertama kali diusulkan
oleh Julius Edgar Lilienfeld pada tahun 1925 . MOSFET mencakup kanal dari bahan
semikonduktor tipe-N dan tipe-P, dan disebut NMOSFET atau PMOSFET (juga biasa
nMOS, pMOS). Ini adalah transistor yang paling umum pada sirkuit digital maupun
analog, namun transistor pertemuan dwikutub pada satu waktu lebih umum.
MOSFET gerbang ganda
MOSFET gerbang ganda mempunyai konfigurasi tetroda, dimana semua gerbang
mengendalikan arus dalam peranti. Ini biasanya digunakan untuk peranti isyarat
kecil pada penggunaan frekuensi radio dimana gerbang kedua gerang keduanya
digunakan sebagai pengendali penguatan atau pencampuran dan pengubahan
frekuensi.
Untuk jenis transistor modern yang telah terintegrasi dan dikemas dalam bentuk
chip akan lebih mudah membaca cara kerjanya dengan mendownload data sheet nya
dengan mencantumkan seri yang tertera pada PU(Power integrated circuit) chips
ic.